Kata-Kata Mutiara, Semboyan, dan Perlambangan

Dalam rangka memperjuangkan kelestarian dan pengem­bangan kebudayaan nasional Indonesia dan dalam rangka mewujudkan masyarakat tertib damai yang merdeka, mandiri, salam dan bahagia, maka di Tamansiswa banyak kata-kata mutiara, semboyan dan perlambang. Kata-kata mutiara, semboyan, dan perlambang itu merupakan himbauan dan sebagai pengganti perintah dan larangan.

Di bawah ini beberapa kata-kata mutiara, semboyan, dan perlambang yang biasa dipakai di Tamansiswa.

  1. Berdirinya Tamansiswa tanggal, 3 Juli 1922 di tandai dengan candrasengkala (gambaran waktu) : “LAWAN SASTRA NGESTI MULYA” yang dalam bahasa Indonesia berarti DENGAN ILMU MENCAPAI KEBAHAGIAAN. Lawan Sastra Ngesti Mulya mengandung arti bahwa :
    1. Siapa yang ingin bahagia hidupnya harus menguasa; ilmu tentang hidup dan kehidupan (kecakapan hidup).
    2. Lawan = 2, Sastra = 5, Ngesti = 8, Mulya = 1. Lawan Sastra Ngesti Mulya = 1852 yaitu tahun Saka berdirinya Tamansiswa. Pada tahun Masehi jatuh tahun 1922.
  2. Berdirinya Persatuan Tamansiswa ditandai dengan candra sengkala “SUCI TATA NGESTI TUNGGAL” artinya :
    1. Dengan kesucian hati (ikhlas, rela berkorban) dan dengan ketertiban lahir (swadisiplin) dicapai kesatuan persatuan dan kesempurnaan. Siapapun yang ingin bersatu / sempurna, harus ikhlas / rela berkorban melepaskan kepentingan pribadinya dan disiplin mengikuti ketentuan bersama.
    2. Suci – 4, Tata = 5, Ngesti = 8, Tunggal = 1. Suci Tata Ngesti Tunggal – tahun 1854 Saka atau tahun 1923 Masehi.

  3. Pada waktu pertama kali didirikan Tamansiswa terdapat dua reaksi masyarakat, ada yang setuju dan ada yang mencela. Menghadapi kedua masalah itu Ki Hadjar Dewantara tidak marah. Beliau mengatakan : “Yang setuju silakan membantu, yang tidak setuju tidak perlu mengganggu“. Kata-kata mutiara ini dapat dijadikan pedoman dalam berjuang. Bila mendapat kritik tidak perlu marah, risau, atau sejenisnya Kita harus selalu salam dan bahagia walau dalam keadaan apapun.
  4. Ngreti, Ngrasa, Nglakoni (TRINGA) adalah semboyan orang belajar.
    • Ngreti = memahami dengan akal / pikiran / koqnitif.
    •  Ngrasa = menghayati dengan perasaan / afektif.
    • Nglakoni = mengamalkan dengan perbuatan / psikomotor Ilmu yang dipelajari akan bermanfaat bila sudah diamalkan (ilmu iku kasiyate kanthi laku).
  5. Mamayu hayuning sarira, mamayu hayuning bangsa, mamayu hayuning manungsa (TRIHAYU)Adalah cita-cita hidup manusia yaitu membahagiakan diri pribadi, bangsa sendiri, dan umat manusia sedunia Dalam pembukaan UUD-1945 disebut dengan kalimat Meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut mewujudkan ketertiban dunia. Melalui cita-cita itu maka orang Indonesia tidak dapat menerima paham individualisme, liberalisme, komunisme, dan kapitalisme. Kita lebih cocok menggunakan paham Pancasila.
  6. Pendidikan diselenggarakan dengan mengharmoniskan tiga pusat pendidikan , yaitu : Keluarga – Sekolah/Perguruan – Masyarakat (TRIPUSAT).TRIPUSAT / TRISENTRA Pendidikan itu diterapkan oleh bangsa Indonesia menjadi:TRIPUSAT / TRISENTRA Pendidikan itu diterapkan oleh bangsa Indonesia menjadi:
    1. Pendidikan Berbasis Masyarakat yang artinya pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua dan masyarakat, dilaksanakan oleh Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.
    2. Pendidikan diselenggarakan sepanjang hayat (Life Long Education)
    3. Wujudnya adalah pendidikan informal (pendidikan keluarga), pendidikan formal (pendidikan sekolah), dan pendidikan non formal (pendidikan di masyarakat).
  7. Perjuangan Tamansiswa dilakukan secara TRIKO yaitu : kooperatif (kerjasama sebagai mitra), konsultatif (konsultasi), dan korektif (saling mengingatkan)
  8. Pengembangan kebudayaan nasional dilakukan secara TRIKON yaitu:
    • Kontinyu teras menerus secara berkesinambungan mengena kan kebudayaan asli, yaitu puncak-puncak dan sari-sari kebudayaan daerah.
    • Konvergen, yaitu memadukan kebudayaan bangsa sendiri dengan kebudayaan asing yang dipandang perlu untuk memajukan bangsa secara selektif (sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia) dan adaptatif (menyatu secara asimilasi)
    • Konsentris, artinya menyatu dengan kebudayaan dunia (globalisasi) dengan tetap mempertahankan ciri khas kebu¬dayaan bangsa sendiri, (berkepribadian nasional)
  9. Pemimpin yang demokratis harus melaksanakan TRILOGI Kepemimpinan yaitu:
    1. membimbing dengan keteladanan (Ing ngarsa sung tuladha)
    2. membina dengan membangun kemauan (Ing madya mangun karsa)
    3. memerdekakan untuk berkreativitas dengan tetap memberi kekuatan (Tutwuri Handayani).
  10. Norma kepemimpinan demokratis adalah : TRI PANTANGAN yaitu:
    1. Pantang menyalahgunakan kekuasaan (tidak otoriter, tidak arogan, tidak semena-semena, tidak mentang-mentang berkuasa, tidak mumpung berkuasa).
    2. Pantang menyalahgunakan keuangan (tidak korupsi).
    3. Pantang melanggar etika susila (tidak melanggar hukum, peraturan, dan adat kebiasaan, tidak melakukan pelecehan tidak melakukan kekerasan, tidak melakukan perbuatan yang dilarang).
  11. Semboyan orang berjuang :
    1. TETEP, MANTEP, ANTEP artinya pejuang harus selalu :
      • Tetep = Tetap pada niat semula tidak ragu-ragu, tidak terpengaruh kanan kiri.
      • Mantep = Mantap dalam melaksanakan ketentuan dan ideologi (konsisten dan konsekuen).
      • Antep = Berbobot tidak mudah dihambat, digoyahkan atau dikalahkan orang lain, dan memiliki profesionalisme
    2. NGANDEL, KENDEL, BANDEL. Andel artinya : seorang pejuang harus:
      • Ngandel artinya percaya kepada kekuasaan Tuhan dan kekatan diri.
      • Kendel ialah berani, dapat menghindarkan rasa takut, khawatir atau keraguan.
      • Bandel atau tahan, tabah, tawakal, hatinya kuat menderita, tidak mudah menyerah.
      • Kandel atau tebal berarti kuat jasmaninya walaupun hidup menderita.
    3. RAWE – RAWE RANTAS, MALANG – MALANG PUTUNG artinya : siap menghadapi segala ancaman , tantangan, hambatan, dan gangguan baik dari dalam maupun dari luar. Rawe-rawe rantas artinya segala tali temali (penghalang) diputuskan. Malang-malang putung artinya segala benda penghalang (kayu, besi, pagar) dipatahkan.
  12. Semboyan menghadapi masalah adalah NENG, NING, NUNG, NANG artinya.:
      • Neng(meneng) = diam, berkonsentrasi, tidak menyebar luaskan masalah, dan tidak perlu grogi.
      • Ning (wening) = jernihkan pikiran, cari alternatif peme¬cahan dengan minta petunjuk Tuhan Yang Maha Esa.
      • Nung (hanung) = merenung, apa akibatnya yang terjadi bila alternatif itu diterapkan.
      • Nang (wenang) = dalam memecahkan permasalahan basi), alternatifnya dengan harapan akan menang (menca-pai penyelesaian).
  13. Semboyan memperjuangkan tanah air adalah : SENYARI BUMI SEDUMUK BATHUK DEN LAKONI TAKER PATI artinya : Biar selebar telunjuk di dahi, atau selebar ibu jari, tanah airku, kupertahankan sampai titik darah penghabisan.
  14. Semboyan hidup mandiri : OPOR BEBEK MATENG SAKA AWAKE DHEWEK. Artinya kita harus mampu membiayai hidup dari hasil pendapatan sendiri secara halal dan wajar, seperti sayur itik yang masak / matang karena minyaknya sendiri.
  15. Semboyan hidup makarya (senang bekerja, senang berikhtiar) adalah. TIRULAH HIDUP CECAK.

Orang bekerja dan berikhtiar harus kreatif, ulet, tekun, dan terampil, yakni hidup mandiri yang tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Seperti hidupnya cecak, agar dapat makan nyamuk ia mendekati lampu di mana nyamuk berkerumun, sabar menunggu sampai nyamuknya mendekat (ulet dan tekun) dan terampil meng­gunakan lidahnya agar sekali julur nyamuk itu harus kena.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID I Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.82-87

About these ads

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: