Ibu Pawiyatan Tamansiswa

   Ibu Pawiyatan Tamansiswa adalah perguruan yang pertama kali didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara, pada 3 Juli 19IIII di Yogyakarta. Berdirinya Ibu Pawiyatan Tamansiswa ditandai dengan candra sengkala : Lawan Sastra Ngesti Mulya, artinya adalah :

  1. Dengan ilmu dicapai kebahagiaan
  2. Lawan : II, Sastra : 5, Ngesti : 8, Mulya : 1, Lawan Sastra Ngesti Mulya : tahun 185II Saka atau 19IIII Masehi.

   Secara bahasa Ibu – Induk, Pawiyatan = Perguruan, Ibu Pawiyatan – Induk dari Perguruan-Perguruan Tamansiswa Ibu Pawiyatan berfungsi:

  1. Menjadi sumber dan pusat pengelolaan ajaran Tamansiswa
  2. Sebagai wujud percontohan :
    1. Pelaksanaan asas, ciri khas, cita-cita pendidikan serta usaha kebudayaan Tamansiswa.
    2. Pemberian isi pendidikan kekhususan Tamansiswa
    3. Pelaksanaan sistem pendidikan di Tamansiswa
  3. Menjadi pusat usaha penelitian tentang segala masalah yang berhu­bungan dengan cita-cita pendidikan dan kebudayaan Tamansiswa.

Ibu Pawiyatan Tamansiswa dipimpin oleh Majelis Ibu Pawiyatan (MIP) Tamansiswa. Mereka terdiri dari :

  1. Ketua MIP
  2. Wakil Ketua MIP
  3. Panitera MIP merangkap Ketua Bidang Organisasi dan Pengem­bangan Sumber Daya Manusia.
  4. Bendahara MIP
  5. Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
  6. Ketua Bidang Kekeluargaan dan Kemasyarakatan
  7. Ketua Bidang Usaha, Pembangunan, Perekonomian dan Koperasi
  8. Anggota MIP, yaitu : Ketua Bagian Taman Indria, Ketua Bagian Taman Muda, Ketua Bagian Taman Dewasa, Ketua Bagian Taman Madya, dan Ketua Bagian Taman Karya Madya.
  9. Dalam melaksanakan pendidikan non formal Ibu Pawiyatan Tamansiswa menyelenggarakan Taman Kesenian yang dipimpin oleh Ketua Bagian Taman Kesenian

   Ketua Majelis Ibu Pawiyatan ditunjuk dan ditetapkan dari Majelis Luhur. Wakil Ketua Majelis Ibu Pawiyatan, Panitera, Bendahara, Ketua-Ketua Bidang dan Anggota Majelis Ibu Pawiyatan dipilih oleh dan dari Anggota Ibu Pawiyatan dalam Rapat Ibu Pawiyatan.Untuk melaksanakan fungsinya tiap lima tahun Ibu Pawiyatan menyelenggarakan rapat Ibu Pawiyatan. Rapat itu bertugas untuk:

  1. Memilih Majelis Ibu Pawiyatan sebagai Badan Pimpinan Ibu Pawiyatan.
  2. Menyusun garis-garis besar Program Perjuangan untuk lima tahun.
  3. Menyusun peraturan khusus bila diperlukan.

Untuk mewujudkan fungsinya Ibu Pawiyatan dapat melakukan beberapa usaha, antara lain :

  1. Menyelenggarakan Pendidikan informal bagi anggotanya
  2. Menyelenggarakan Pendidikan formal dari Taman Indria sampai dengan Taman Madya/Taman Karya.
  3. Menyelenggarakan Pendidikan non formal dalam bentuk sarasehan, ceramah-ceramah, kursus, diskusi dan sanggar pendidikan kebudayaan.

Sebagai Anggota Persatuan Tamansiswa Ibu Pawiyatan memiliki dua keanggotaan yaitu:

  1. Anggota Tetap Ibu Pawiyatan dan Anggota Yang Dipersamakan (AYD)
  2. Anggota Tidak Tetap yang disebut Anggota Keluarga Ibu Pawiyatan. Anggota Tidak Tetap (Anggota Keluarga) terdiri dari : Guru  Pegawai Negeri Sipil yang Dipekerjakan (DPK), Guru Bantu, dan Pamong-pamong yang diangkat oleh Ibu Pawiyatan Tamansiswa.
  3.  Anggota tidak tetap (anggota keluarga) dari guru Pegawai Negeri Sipil

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID II Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.12-14

Tag:, , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: