Akhir Hayatnya Ki Hadjar Dewantara

   Setelah menderita sakit beberapa hari Ki Hadjar Dewantara wafat di Yogyakarta pada tanggal 26 April 1959. Sebelum dimakamkan di Taman Wijaya Brata, jenazah beliau disemayamkan di Pendapa Agung Tamansiswa Yogyakarta. Hadir pada persemayaman itu ribuan pelayat yang terdiri dari siswa, mahasiswa, pejabat pemerintah Daerah, Pejabat Pemerintah Pusat, sahabat, handai taulan, dan keluarga. Mereka berdoa dan bersembahyang sesuai agama dan kepercayaan ruasing-masing.

   Setelah melalui upacara penyerahan jenazah dari keluarga ke Perguruan  Tamansiswa dan dari Perguruan Tamansiswa ke pemerinatah RI, maka jenazah Ki Hadjar Dewantara diberangkatkan dari Pendapa Agung Tamansiswa menuju pemakaman Keluarga Tamansiswa yang bernama Taman Wijaya Brata dengan diiringi ratusan  mobil dan , ribuan pelayat yang berjalan kaki, Di sepanjang masyarakat ikut menghormati. Jenazah Ki Hadjar Dewantara dimakamkan dengan upacara Kenegaraan sebagai Perwira Tinggi Anumerta.

   Keluarga Tamansiswa ditinggalkan oleh pendiri, pemimpin, sekaligus Bapaknya untuk  selama-lamanya. Berkat sifat dan sikapnya yang relegius, jujur, adil, berani, etis, estetis, tekun, kreatif, nasionalis, patriotis, mandiri, sederhana dan makarya Ki Hadjar Dewantara dipandang sebagai orang yang banyak jasanya bagi nusa dan bangsanya, sehingga beliau mendapatkan berbagai gelar dari masyarakat, organisasi, institusi dan pemerintah. Penghormatan itu antara lain:

  • Sebagai Pelopor Pendidikan Nasional, Budayawan, Bapak Tamansiswa dan Bangsawan yang merakyat.
  • Sebagai Ketua Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada tanggal 28 April 1959.
  • Mendapat Gelar Kehormatan Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada dalam bidang Kebudayaan pada tahun 1956.
  • Sebagai Purnasetiawan Tamansiswa.

Dari Pemerintah Ri didapat penghargaan :

  1. Ditetapkan sebagai Perintis Kemerdekaan (8 Maret 1955)
  2. Di makamkan, dengan upacara kenegaraan sebagai Perwira Tinggi Anumerta (26 April 1959)
  3. Diangkat sebagai Pahlawan Nasional (28 November 1959)
  4. Hari lahirnya 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (16 Desember 1959)
  5. Dianugerahi Bintang Maha Putera Kelas 1 (17 Agustus 1960)
  6. Diberikan Tanda Penghormatan Satya Lencana Kemerdekaan (20 Mei 1961)
  7. Mendapat anugerah Rumah Pahlawan (27 November 1961 dan lain-lainya.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID I Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.20-21

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: