Cita-cita Luhur Mengakhiri Kebodohan, Kemiskinan, dan Keterbelakangan.

   Di samping didorong kondisi bangsa yang bodoh, miskin, dan tertindas, cita-cita Ki Hadjar Dewantara ingin mendirikan pendidikan untuk rakyat, dan keputusan perkumpulan Slasa Kliwonan untuk mendidik jiwa merdeka guna mencapai Indonesia merdeka. Alasan didirikannya Perguruan Tamansiswa juga didorong cita-cita luhur ingin mewujudkan masyarakat tertib damai, salam dan bahagia. Cita- cita luhur itu digambarkan dalam lambang Tamansiswa dengan burung garuda yang selalu terbang tinggi.

   Mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan digambarkan dengan cakra, yaitu senjata pamungkas milik Sri Kresna yang dipakai untuk mengakhiri peperangan. Sedang caranya dengan mempertajam daya cipta (koqnisi) daya rasa (afeksi) dan daya karsa (psikomotor) melalui kegiatan belajar dan mengajar. Cara itu digambarkan dalam lambang Tamansiswa dengan trisula (tiga runcing).

   Cita-cita luhur tersebut sampai sekarang belum terwujud, oleh karena  itu perguruan Tamansiswa masih mengupayakannya. Selama masih ada rakyat yang bodoh, miskin, dan tertinggal, selama itu pula perguruan Tamansiswa akan terus mengupayakannya.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID I Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.30

Tag:, , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: