Kehidupan Keluarganya Ki Hadjar Dewantara

   Di tengah kesibukannya berjuang, sebagai manusia biasa yang dikodratkan sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial, Ki Hadjar Dewantara perlu membina keluarga yang berbahagia. Pengadilan pemerintah Hindia Belanda menetapkan R.M. Suwardi Suryaningrat bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo tanggal 6 September 1913 harus menjalani pembuangan ke Negeri Belanda.

   R.A. Soetartinah (Nyi Hadjar Dewantara) lahir di Yogyakarta pada tanggal 14 September 1890. Ayahnya bernama Pangeran Sosroningrat, paman dari Ki Hadjar Dewantara sendiri. Setelah tamat dari ELS tahun 1904, R.A. Soetartinah melanjutkan sekolahnya ke Sekolah Guru, kemudian menjadi guru bantu di sekolah yang didirikan oleh RM. Gondoatmojo.

   Pada 4 November 1907 R.A. Soetartinah menikah dengan Ki Hadjar Dewantara, yang sedang melanjutkan studinya di STOVIA. Sejak itu nama R.A. Soetartinah dikenal menjadi Nyi Hadjar Dewantara.

  Selama membangun mahligai rumah tangga, Ki dan Ki Hadjar Dewantara mampn mewujudkan keluarga yang bahagia. Sebagai isteri yang setia Nyi Hadjar mampu melaksanakan Pancadarmanya Wanita, yaitu:

  1. Mampu sebagai pendamping suami yang setia.Dua minggu setelah menikah Nyi Hadjar mengikuti suami hidup di pembuangan selama 6 tahun. Sekembali dari pembuangan pada tahun 1920 di kala Ki Hadjar Dewantara masuk lagi ke penjara Semarang dan Pekalongan, Nyi Hadjar dengan setia selalu memperhatikan dan menengoknya. Selama di Tamansiswa Ki Hadjar Dewantara selalu hidup sederhana dan Nyi Hadjar Dewantara tidak pernah mengeluh.
  2. Mampu mengatur rumah tangga.Walau dengan keadaan ekonomi yang sangat sederhana namun rumah tangga Ki Hadjar tidak menjadi berantakan
  3. Mampu mengatur ekonomi. Di kala mengikuti suami ke pembuangan di Nederland, Nyi Hadjar Dewantara mengajar di TK untuk membantu ekonomi keluarganya.
  4. Mampu menempatkan anak sesuai bakat dan kemam puannya.
  5. Mampu menempatkan dirinya

   Di samping sebagai isteri juga sebagai warga negara yang mempunyai hak yang sama dengan pria Nyi Hadjar tanpa mengurangi tugasnya sebagai pendamping suami, pengatur rumah tangga, pengatur ekonomi keluarga dan pendidik anak, mampu mengembangkan karier pribadinya:

  1. Pada waktu Ki Hadjar Dewantara membuka Tamansiswa     Nyi Hadjar turut menangani sebagai pamong Taman Indria (Taman Kanak-kanak) dan mendirikan Organisasi Wanita Tamansiswa yang merupakan wadah kegiatan wanita Tamansiswa.
  1. Pada waktu Ki Hadjar Dewantara menentang O.O 1932. Nyi Hadjar mendirikan Studio Radio “MAVRO” dan scialu siaran di sana.
  2. Pada waktu diselenggarakan Kongres Perempuan Nyi Hadjar turut serta sebagai salah seorang pemrakarsanya.
  3. Setelah Ki Hadjar Dewantara wafat, Nyi Hadjar me­nggantikan tugas suaminya sebagai Pemimpin Umum Persatuan Tamansiswa sampai dengan wafatnya

   Nyi Hadjar Dewantara wafat pada 16 April 1971. Jenazahnya setelah disemayamkan di Pendapa Agung Tamansiswa kemudian dimakamkan di Taman Wijaya Brata, di samping makam Ki Hadjar Dewantara. Atas jasanya kepada keluarga, kepada Tamansiswa, dan kepada bangsa Indonesia pada umumnya, Nyi Hadjar Dewantara mendapat penghargaan:

  1. Ditetapkan sebagai Perintis Pergerakan Kebangsaan / Kemer­dekaan Indonesia dengan surat Penetapan Menteri Kese­jahteraan Sosial No. 52/61/PK. tanggal 16 September 1961.
  2. Menerima Anugerah Satya Lencana Kebudayaan dengan Kep.Pres.Rl. No. 012/TK/1968, tanggal 13 April 1968
  3. Sebagai Ibu Organisasi Wanita Tamansiswa
  4. Hari wafat Nyi Hadjar Dewantara dan hari wafat Ki Hadjar Dewantara yaitu 16 April – 26 April ditetapkan sebagai Hari Bakti Tamansiswa oleh Majelis Luhur.

 Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID I Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.16-18

Tag:, , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: