Masa Sekolah Ki Hadjar Dewantara

   Pada usia 7 tahun Ki Hadjar Dewantara mulai masuk sekolah. Karena tergolong keluarga bangsawan, Ki Hadjar Dewantara diperbolehkan belajar di Europeesche Lagere School (SD bagi orang Eropa). Di sekolah tersebut Ki Hadjar Dewantara belajar dengan pengantar bahasa Belanda. Ia bergaul hanya dengan anak-anak Eropa serta beberapa anak bangsawan Indonesia lainnya. Dengan giat belajar, terutama  dalam penguasaan bahasa Belanda, Ki Hadjar Dewantara kecil dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan anak-anak Eropa. Untuk melepas rindunya kepada anak-anak rakyat yang tidak berkesempatan belajar di ELS, sesekali sepulang dari sekolah, Ki Hadjar Dewantara kecil bermain dengan anak-anak rakyat.

   Selama di ELS, Ki Hadjar Dewantara sudah diperbolehkan orang tuanya untuk memilih sekolah kelanjutannya. Agar orang tua tidak perlu membiayai dan agar setelah tamat dapat mengajar anak rakyat yang sebagian besar tidak memperoleh kesempatan belajar maka Ki Hadjar Dewantara muda memilih Kweek School (Sekolah Guru). Di sekolah tersebut Ki Hadjar Dewantara mendapat ikatan dinas dan kalau sudah tamat bisa menjadi guru.

   Setelah tamat dari KS pada tahun 1907, Ki Hadjar Dewantara  diharuskan oleh orang tuanya untuk melanjutkan Pendidikan kc Perguruan Tinggi .Sebagai keluarga bangsawan seharusnya Ki Hadjar Dewantara dapat melanjutkan ke Universitas di Eropa. Namun karena beliau teringat kembali akan kegunaan sekolahnya bagi rakyat Indonesia, beliau memilih Sekolah Kedokteran di Jakarta (STOVIA). Di sekolah tersebut di samping mendapatkan beasiswa, beliau juga berharap kelak dapat menolong rakyat yang masih banyak memerlukan pengobatan. Sambil kuliah Ki Hadjar Dewantara masuk menjadi anggota Boedi Utomo. Beliau mendapat tugas di bagian propaganda.

   Nasib malang menimpa Ki Hadjar Dewantara. Di kala masih duduk di tingkat III STOVIA, Ki Hadjar Dewantara menderita sakit selama 3 bulan. Beliau dikeluarkan dari STOVIA dengan sertifikat istimewa karena kemampuannya berbahasa Belanda. Selanjutnya Ki Hadjar Dewantara tidak lagi melanjutkan kuliah, tetapi beliau selalu belajar sendiri (otodidak).

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID I Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.3-4

Tag:, , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: