Paguyuban Perkumpulan Slasa Kliwonan

  Sekembali dari pengasingan di Negeri Belanda Ki Hadjar Dewan tara bertemu Ki Ageng Suryamataram dan mendirikan perkumpulan Slasa Kliwonan. Dinamakan perkumpulan Selasa Kliwonan karena berkumpulnya tiap malem Slasa Kliwon, agar tidak dilarang oleh penjajah.

  Perkumpulan itu dipimpin oleh Ki Ageng Suryamataram sebagai Ketua , dan Ki Hadjar Dewantara sebagai Sekretaris / Panitera. Anggota perkumpulan itu terdiri dari para pendidik, budayawan, politikus, dan ahli jiwa. khususnya para mantan anggota Boedi Octomo. Tujuan perkumpulan adalah mencita-citakan kebahagiaan setiap orang (individu), kebahagiaan bangsa Indonesia, dan kebahagiaan umat manusia sedunia    ( mamayu kayuning sarira, bangsa, manungsa).

  Untuk mencapai cita-citanya setiap malem Slasa Kliwon mereka berdiskusi, bagaimana caranya mencapai kemerdekaan Indonesia, melalui perang nusantara dan melalui pergerakan politik selalu dikalahkan oleh penjajah.

  Setelah lebih kurang satu tahun berdiskusi , akhirnya mereka menemukan kesimpulan bahwa untuk mencapai kemerdekaan Indonesia perlu ada pendidikan jiwa merdeka. Akhirnya diputuskan bahwa Ki Hadjar Dewantara ditugaskan untuk mendidik jiwa merdeka bagi anak-anak , dan Ki Ageng Suryomataram ditugaskan untuk mendidik jiwa merdeka bagi orang-orang dewasa. Setelah itu maka perkumpulan Slasa Kliwonan membubarkan diri, tidak dibubarkan oleh siapapun. Pertimbangannya ialah, bahwa cita-cita paguyuban/ perkumpulan tersebut telah tercapai. Para anggotanya ditugaskan untuk membantu Ki Hadjar Dewantara dan Ki Ageng Suryomataram.

  Untuk mewujudkan tugas dari perkumpulan Slasa Kliwonan, Ki Hadjar Dewantara teringat akan situasi bangsa Indonesia yang bodoh, miskin, terbelakang, dan teringat pula akan keinginannya untuk mendirikan sekolah bagi rakyat banyak.

  Setelah lebih kurang satu tahun membantu mengajar di sekolah Adi Darma milik kakaknya, pada tanggal 3 Juli 1922. Ki Hadjar Dewantara dibantu oleh beberapa kawan membuka Perguruan Tamansiswa bertempat di Yogyakarta.

  Perguruan itu dipimpin langsung oleh beliau sampai belia wafat. Perguruan tersebut dijadikan wadah penyaluran konsepsi – konsepsi beliau tentang pendidikan, kebudayaan kemasarakatan kebangsaan, ekonomi kerakyatan tentang kemanusiaan dan sebagainya.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID I Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.28-29

Tag:, , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: