Istilah Lingkungan Pendidikan Tamansiswa

    Untuk mendemokratisasikan dan menasionalisasikan pendi­dikan di Indonesia Tamansiswa memberikan istilah-istilah lingkungan pendidikan :

  1. Pendidikan secara luas terdiri dari :
    Tempat pendidikan dalam arti luas disebut “perguruan“, yang artinya tempat berguru atau tempat belajar hidup

    • pendidikan keluarga (informal),
    • pendidikan sekolah (formal), dan
    • pendidikan masyarakat (non formal)
  2. Hari belajar disebut hari berguru.
  3. Uang sekolah disebut uang berguru.
  4. Murid disebut siswa, artinya peserta didik.
  5. Guru disebut Pamong, artinya pengasuh
  6. Kepala sekolah disebut Ketua Bagian Perguruan artinya pemimpin bagian perguruan yang dipilih untuk jangka waktu tertentu.
  7. Sekolah disebut Bagian Perguruan
  8. TK disebut Taman Indria artinya tempat yang indah untuk melatih panca indera
  9. SD disebut Taman Muda, artinya tempat yang indah untuk belajar menjadi pemuda (bersifat nasionalistik, patriotik, heroik).
  10. SMP disebut Taman Dewasa, artinya tempat yang indah untuk belajar menjadi orang dewasa (tahu benar salah, baik buruk, adi tidak adil)
  11. SMA disebut Taman Madya, artinya tempat yang indah di tengah-tengah antara mau melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau terjun ke masyarakat.
  12. Sekolah Kejuruan disebut Taman Karya, artinya tempat yang indah untuk berlatih berkarya (belajar bekerja atau usaha).
  13. Akademi disebut Taman Pra Sarjana, artinya tempat yang indah untuk belajar menjadi calon sarjana.
  14. Universitas disebut Sarjana Wiyata artinya tempat pendidikan Sarjana
  15. Gajih / Upah disebut nafkah, yang artinya biaya hidup yaitu biaya sandang, pangan, perumahan, pendidikan, kesehatan, hiburan, beribadah, berkumpul dan berserikat, menjaga supremasi hukum dan keamanan, serta persiapan hari tua. Di samping mewujudkan kegunaannya , nafkah juga menggambarkan bahwa Tamansiswa tidak mengenai adanya hubungan buruh dan majikan. Yang dikenal di Tamansiswa adalah usaha bersama guna mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup bersama yang tertib damai, salam dan bahagia.
  16.  Metode pendidikan digunakan metode Among (asuh) atau Tutwuri Handayani, yaitu pengganti metode perintah – paksaan – hukum – ketertiban (regering, tucht, en orde ) dengan metode yang demokratis (Tutwuri Handayani), Tutwuri saja liberal, Handayani saja otoriter
  17. Sikap laku Among (cara mengasuh) adalah :
    Pendidikan adalah usaha kebudayaan / proses pembudayaan yang berarti membimbing tumbuh dan kembangnya jiwa dan raga dengan IPTEK, IMTAQ, etika, kesenian (estetika), dan kecakapan hidup (life skill).

    • meneladani (Ing ngarsa sung tuladha)
    • membangun kemauan (Ing madya mangun karsa)
    • demokratis (Tutwuri Handayani)
  18. Pendidikan adalah usaha kebudayaan / proses pembudayaan yang berarti membimbing tumbuh dan kembangnya jiwa dan raga dengan IPTEK, IMTAQ, etika, kesenian (estetika), dan kecakapan hidup (life skill).

 

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID I Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.75

Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: