Pendidikan Budi Pekerti

   Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa terdiri dari jiwa dan raga. Jiwa menghasilkan buah pikiran, perasaan dan kemauan. Sedangkan raga menghasilkan perbuatan atau pekerti. Jiwa yang masak (budi) menghasilkan pekerti yang baik. Dan jiwa belum masak menghasilkan pekerti yang merugikan diri sendiri ataupun lingkungannya. Agar pekerti menjadi baik diperlukan budi yang baik. Dan agar budi menjadi baik diperlukan pendidikan budi pekerti yang baik juga.

   Pendidikan budi pekerti adalah proses mempertajam daya cipta, rasa dan karsa manusia, agar mereka mampu berpikiran positif, berperasaan indah, dan berkemauan luhur. Melalui pendidikan budi pekerti diharapkan adanya perbuatan-perbuatan manusia yang baik, benar, adil, indah, dan yang dapat memajukan hidup dan penghidupan manusia.

   Berpikiran positif adalah pemahaman untuk memajukan, seperti membangun, memberdayakan, mempersatukan, menertibkan, mendamaikan, menyejahterakan dan sebagainya. Lawannya adalah pikiran negatif, seperti : merusak, menelantarkan, memecah belah, memporak porandakan, mengadu domba, menyengsarakan dan sebagainya.

   Berperasaan indah adalah menghayati sesuatu didasari nilai, norma dan moral yang etis (sopan) dan estetis (indah) serta menyenangkan. Contoh : bagaimana melihat, mendengar, berbicara, makan, menggunakan tangan, menggunakan kaki, merawat rambut, berpakaian dsb. yang sopan dan menyenangkan. Berkemauan yang luhur adalah kemauan berhubungan dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan benda-benda alam yang baik, benar, dan adil menurut perintah agama dan budaya bangsanya.

   Pelaksanaan pendidikan budi pekerti dimasukkan daiam kegiatan belajar dan mengajar secara formal, yaitu diselipkan pada tiap mata pelajaran. Juga dimasukkan pada kegiatan belajar mengajar secara nonformal berupa bahan kursus, ceramah, sarasehan, seminar dsb. Juga pada jalur pendidikan informal berupa bahan nasehat, penggunaan tata tertib, peraturan dan sebagainya. Materi pendidikan budi pekerti diambil dari agama dan budaya.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.29-30

Tag:, , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: