Pendidikan Wanita

   Wanita disebut juga perempuan, yang artinya pemangku keturunan. Wanita atau perempuan memiliki kodrat khusus. Agar para wanita dapat menjalankan kodratnya secara baik maka diperlukan pendidikan khusus tentang wanita.

   Kodrat wanita adalah sebagai pemangku keturunan. Dengan kodratnya sebagai pemangku keturunan itu maka wanita memiliki:

  1. Sifat yang rata-rata lembut
  2. Bentuk yang rata-rata indah
  3. Isi yang rumit
  4. Irama / gerak yang rata-rata lemah gemulai

   Pendidikan wanita utamanya memahami, menghayati, dan melatih kodrat wanita selaku pemangku keturunan. Di samping itu pendidikan wanita juga menanamkan sifat-sifat lembut, menjaga bentuk yang indah, merawat bagian-bagian tubuh yang rumit, dan mempertahankan irama/gerak yang lemah gemulai.

   Melalui sifatnya yang lembut bentuknya yang indah, bagian tubuhnya yang selalu terawat, dan geraknya yang lemah gemulai maka wanita menjadi unggun, dihargai, dihormati, dan dijaga keberadaannya oleh siapa saja.

   Sebaliknya bila wanita meninggalkan sifatnya yang lembut, bentuknya yang indah, dan mengabaikan perawatan tubuhnya serta meninggalkan irama geraknya yang lemah gemulai maka wanita akan dilecehkan oleh siapapun.

  Di luar kodrat khususnya wanita memiliki kesetaraan (gender) dengan pria Pendidikan wanita juga harus menanamkan kesetaraan kodrat, harkat dan martabat wanita dengan pria. Wanita dengan pria, sama-sama sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. Memiliki harkat yang sama yaitu sama-sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. memiliki martabat yang sama yaitu sebagai makhluk yang paling sempurna, berakal, keperasaan, berkemauan, dan berkemampuan.

   Pendidikan wanita juga akan membekali wanita-wanita yang akan berkeluarga. Ada 5 kewjiban wanita yang sudah berumah tangga. Kelimanya disebut darmanya Wanita, yaitu :

  1. Sebagai warga negara yang merdeka
  2. Sebagai pendamping suami yang setia
  3. Sebagai pendidik anak
  4. Sebagai perawat rumah tangga
  5. Sebagai pengatur ekonomi

Melalui kelima darma itu maka wanita disebut sebagai tiang keluarga, tiang, masyarakat, tiang bangsa, dan tiang negara.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.34-35

Iklan

Tag:, , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: