Setelah Indonesia Merdeka

    Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia merdeka. Dengan kedaulatannya bangsa Indonesia menyusun pemerintah sendiri. Di samping tugasnya memimpin Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara diminta untuk duduk di eksekutif maupun legistatif. Berturut-turut Ki Hadjar Dewantara duduk sebagai Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan I (1945), pertama menjadi anggota Parlemen, kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Visi dan misi Tamansiswa perlu disesuaikan. Dahulu Taman­siswa bertugas mendidik jiwa merdeka sebagai sarana untuk mencapai Indonesia merdeka. Setelah Indonesia merdeka Tamansiswa bertugas turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai sarana mencapai cita-cita dan tujuan nasional Indonesia, Dengan tugas itu maka visi Tamansiswa merupakan badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat yang menggunakan pendidikan dalam arti luas sebagai sarana utamanya.

Misi Tamansiswa adalah:

  1. Mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mempertajam pikiran, perasaan dan kemauan berdasar kebudayaan nasional Indonesia.
  2. Memeratakan kuantitas dan kualitas pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.
  3. Mewujudkan masyarakat tertib damai dan salam bahagia sesuai masyarakat adil dan makmur berdasar Pancasila.

Untuk mewujudkan misinya Tamansiswa mendirikan perguruan- perguruan di daerah-daerah yang memerlukan. Tiap perguruan membuka sekolah dari tingkat Taman Indria (Taman Kanak-kanak) sampai tingkat Perguruan Tinggi baik umum maupun kejuruan, sesuai dengan kemampuan. Usaha-usaha lain di samping menyelenggarakan sekolah, juga membuka kursus ketrampilan, menyelenggarakan ceramah-ceramah pendidikan, kebudayaan, dan usaha lain-lain yang menunjang pendidikan.

Dalam rangka membangun bangsa, konsep-konsep Tamansiswa juga diterapkan dalam pembangunan nasional Indonesia:

  1. Tentang tujuan salam bahagia telah diusahakan adanya BULOG yang menangani sandang-pangan, PERUMNAS yang menangani Perumahan, Beasiswa untuk menangani pendidikan, TV dan Film yang menangani hiburan rakyat, adanya KOMNAS HAM, adanya bantuan hukum, kebebasan berkumpul, berpendapat dan lain-lain
  2. Tentang kesatuan persatuan bangsa yang diwujudkan dengan konsep hidup Kekeluargaan.
  3. Tentang Pendidikan dilaksanakan dengan sistem Among dalam wujud CBSA, Tripusat Pendidikan dengan menempatkan pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua, pemerintah dan masyarakat.
  4. Tentang demokrasi dan pimpinan kebijaksanaan yang dilaksanakan berdasar sila ke-4 Pancasila
  5. Tentang pelestarian dan pengembangan kebudayaan yang berdasar teori Trikon dilaksanakan dengan teori nilai dasar, nilai instrumental dan nilai fraksis.
  6. Dalam kepemimpinan diterapkan sistem Among dengan Trilogi kepemimpinan Ing ngarsa sung tuladha, Ing Madya mangun karsa, Tutwuri Handayani.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID I Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.96-97

Tag:, , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: