Berani Menolak Bantuan yang Mengikat dan Hidup Makarya

   Asas Tamansiswa 1922 pasal 6 menyebutkan bahwa untuk hidup merdeka, orang harus berani menolak bantuan yang mengikat. Sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial manusia memang harus hidup tolong menolong dan gotong royong. Tetapi bila pertolongan dan bantuannya itu mengikat dan mengurangi kemerdekaan, maka kita harus berani menolak. Dicontohkan oleh Tamansiswa pada masa penjajahan Belanda. Tamansiswa menolak subsidi dari pemerintah Hindia Belanda, karena Tamansiswa merasa terikat dan berkurang kebebasannya dengan mengikuti Onderwijs Ordonnantie 1932 dan mengikuti ketentuan-ketentuan penjajah lainnya.

  Untuk dapat atau berani menolak bantuan yang mengikat, kita harus hidup makarya. Yaitu hidup suka bekeija keras dan suka berikhiar dengan ulet, tangguh dan tanggon. Hidup suka bekerja keras dan suka berikhtiar adalah sikap perwujudan orang yang beriman terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sadar bahwa manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa terdiri dari jiwa dan raga, dan jiwa raga itu masing-masing memerlukan sandang, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, hiburan, kebebasan beribadah, berkumpul dan berpendapat, dan lain-lain, maka untuk dapat memenuhi kebutuhan itu manusia perlu berikhtiar dan bekeija keras.

   Dalam bekeija dan berikhtiar, manusia akan menghadapi berbagai kendala. Mereka akan capai badan, capai pikiran dan merasa berkorban, mengahadapi cemoohan dan lain lain.

   Untuk itu orang yang makarya dan senang berikhtiar harus ulet, tangguh, dan tanggon. Ulet artinya tidak mudah menyerah dalam meng­ahadapi kesukaran dan kegagalan. Tangguh artinya mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Tanggon artinya tidak melemah karena kegagalan kritik, cemoohan, ataupun kerugian. Orang yang berani menolak bantuan yang mengikat dengan cara makarya. mereka akan hidup bebas merdeka, dan dengan hidup bebas merdeka itu mereka akan hidup salam dan bahagia.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.60-61

Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: