Faham Kekeluargaan

   Faham kebangsaan (nasionalisme) adalah suatu ilmu/ajaran / ide tentang bentuk dan sifat-sifat suatu bangsa. Tiap-tiap bangsa di dunia, berdasarkan riwayat kelahirannya memiliki faham kebangsaan masing-masing. Bangsa Indonesia yang lahir secara politis berdasarkan satu rasa dalam luka, duka, dalam  hendak mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya menggunakan faham kebangsaan yang berdasarkan dasar negara dan ideologi bangsanya yaitu Pancasila.

   Perguruan Tamansiswa dalam rangka turut membudayakan faham kebangsaan Indonesia menjabarkan faham kebangsaan Indonesia itu dalam Peraturan Besar Persatuan Tamansiswa sebagai berikut:

  1. Faham kebangsaan Indonesia adalah faham kebangsaan yang luas dan terbuka, bersifat religius, humanistis, dan kultural, serta menghargai perbedaan-perbedaan dengan tetap lebih memetingkan persatuan dan kesatuan.
  2. Faham kebangsaan Indonesia merupakan pengakuan terhadap kekuasaan Tuhan Yang Masa Esa dan sifat kodrati manusia, serta nilai nilai luhur budaya bangsa Indonesia,
  3. Faham kebangsaan Indonesia mencerminkan kehendak bangsa indonesia untuk hidup berdampingan secara damai dengan bangsa lain dalam kedudukan sederajat serta dalam suasana saling menghormati dan menghargai.

Faham kebangsaan yang luas artinya memahami adanya berbagai faham kebangsaan di dunia. Dan tidak bersifat sempit (chouvisme). Faham kebangsaan yang terbuka artinya mau menerima faham-faham kebangsaan lain sejauh yang sesuai dengan dasar negara Pancasila. Bersifat religius artinya faham kebangsaan yang berketuhanan Yang Maha Esa. Bersifat humanistis artinya faham kebangsaan yang menjunjung tinggi idanya kodrat, harkat, dan martabat manusia. Bersifat kultural artinya selalu menggunakan kebudayaan bangsa sendiri. Berdasarkan tiga pandangan tersebut maka Perguruan Tamansiswa membudayakan faham kebangsaan Indonesia itu melalui kegiatan pendidikan.

Bentuk-bentuk pembudayaan faham kebangsaan antara lain :

  1. Menanamkan bangsa menjadi bangsa Indonesia yang selalu iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, suka tolong menolong dan gotong royong sesama manusia, dan bersikap ramah.
  2. Menanamkan rasa bangga terhadap bangsa sendiri dan memakai hasil- hasil produksi bangsa sendiri.
  3. Menanamkan rasa cinta tanah air sendiri (patriotisme) dan cinta pahlawan sendiri (heroisme) dengan mau melestarikan dan mengembangkannya serta mau melanjutkan perjuangan pahlawan.
  4. Melatih mampu mengendalikan diri untuk tidak meniru-niru budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila
  5. Berlatih untuk mampu menyerap budaya bangsa lain yang dipandang dapat memajukan bangsa Indonesia dan yang tidak bertentangan dengan Pancasila.
  6. Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri.
  7. Melatih hidup tertib damai, salam dan bahagia secara swadisiplin, sikap laku Among, mandiri, sederhana, makarya, dan rela berkorban dalam beramal untuk kemajuan generasi penerus bangsa.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID 3 Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.81-82

Tag:, , , , , , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: