Hidup Tumbuhnya Kebudayaan

     Hidup tumbuhnya kebudayaan itu seperti hidup tumbuhnya manusia. Ada kalanya kebudayaan itu lahir, tumbuh, maju, berkembang dan berubah, ada kalanya kebudayaan menjadi tua, mundur, sakit-sakitan, dan mati. Bila kebudayaan bertemu dengan kebudayaan lain, kemudian berkawan secara manasuka (asosiasi), maka kebudayaan itu akan tumbuh dan maju. Bila kebudayaan berkawan secara dipaksa, dapat menga-kibatkan kemunduran, balikan mungkin kematian (dekadensi kebudayaan).

   Kebudayaan dapat berkawan dengan kebudayaan lain, dan keduanya dapat menghasilkan keturunan. Bila perkawinan kebudayaan secara asosiasi (bercampur tetapi tidak bersatu), maka keturunannya tidak murni disebut campuran atau blasteran. Keturunan kebudayaan seperti ini biasanya tidak bertahan iama, dan akan mengalami kemunduran (dekadensi).

   Bila kebudayaan kawin secara asimilasi (bersatu), maka keturunannya akan menghasilkan kebudayaan baru, yang tumbuh berkembang, dan maju. Contoh kebudayaan yang kawin secara asosiasi adalah penggunaan model, penjajahan ideologi, penggunaan teori, tiru-tiruan. Contoh perkawinan kebudayaan secara asimilasi adalah perpaduan kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Hindu dalam bentuk kesenian, huruf dan sastra.

   Hidup tumbuhnya kebudayaan yang baik adalah yang bebas dan merdeka sesuai kodrat dan irodatnya. Mereka tumbuh evolusi, yaitu terus menerus secara berkesinambungan antara budaya waktu yang lampau, waktu yang berjalan sekarang, dan budaya di waktu yang akan datang. Bila melalui evolusi tidak memenuhi kehendak bangsa secara keseluruhan (nasional) maka dapat terjadi revolusi kebudayaan yaitu perubahan secara total dan cepat untuk mengembalikan suasana yang normal.

   Demikian hidup dan tumbuhnya kebudayaan selalu mengandung arti pemeliharaan, memajukan, dan menjunjung tinggi, secara sadar dan insaf. Karena itu kebudayaan disebut sebagai kultur yang artinya pemeliharaan.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.40

Tag:, , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: