Organisasi Keluarga

   Keluarga (family) adalah masyarakat yang terlecil. Keluarga dapat terbentuk dari berbagai ikatan. Ada keluarga yang terbentuk dari ikatan perkawinan, yang terdiri dari suami, isteri, dan anak-anaknya sebagai warga, dan pembantu rumah tangga sebagai kawulanya. Ada keluarga yang terbentuk karena keturunan, dengan orang-orang yang masih satu keturunan sebagai warganya, dan karyawan/pembantu sebagai kawulanya. Ada keluarga yang terbentuk karena kesamaan asal daerah, dan ada keluarga yang terbentuk karena kesamaan ideologi dan cita-cita.

Menurut Ki Hadjar Dewantara, Tamansiswa merupakan suatu  organisasi keluarga. Mereka terbentuk dari orang orang yang menyetujui asas, landasan perjuangan ciri khas, dan tujuan, serta menyetujui mematuhi Peraturan Besar persatuan Tamansiswa. Anggota tetap Perguruan (Aaggota Tamansiswa merupakan warganya, dan Anggota tidak tetap Perguruan memiliki siiat-sifat pokok :

  1. Relegius atau berketuhanan Yang Maha Esa. Karena Anggota keluarga adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, maka keluarga bersifat ketuhanan Yang Maha Esa.
  2.  Bhinika Tunggal Ika yaitu beraneka asal-usul keturunan, suku, adat, agama, dan wilayah tetapi satu jua dalam satu ikatan perkawinan, atau sata ideologi dan cita-cita, atau satu asal daerah.
  3. Bersatunya kawula dan warga, atau bersatunya aku dan kita, atau bersatunya yang dipimpin dengan yang memimpin.
  4. Demokrasi dan pemimpin kebijaksanaan, yaitu segala sesuatu selalu dimusyawarahkan dengan cara mufakat, dan dilaksanakan dengan cara terbuka (transparan) dan penuh tangungjawab (akuanteble).
  5. Dengan swadisiplin (disiplin pribadi) ingin mewujudkan kehidupan yang tertib damai dan sejahtera bahagia bersama.

Dengan kelima sifat pokok itu maka semua orang Tamansiswa (Siswa, Pamong, Pemimpin, Alumni, Wanita Tamansiswa, Pemuda Tamansiswa, Keluarga Besar Tamansiswa) selaku anggota organisasi keluarga selalu memahami, menghayati, dan mengamalkannya.

    Tiap orang yang menggunakan predikat Tamansiswa pasti selalu berusaha untuk beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Mereka juga selalu berusaha menjaga persatuan dan kesatuan dengan menghargai dan menghormati perbedaan masing-masing. Mereka selalu rukun dengan mengupayakan bersatunya antara aku dan kita, bersatunya yang dipimpin dan yang memimpin. Mereka selalu mengupayakan terlaksananya demokrasi dan pimpinan kebikjasanaan, dan selalu swa disiplin ingin mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup bersama. Mereka selalu kasih sayang sesama, menghormati dan menghargai adanya perbedaan, tolong mrnolong, dan gotong royong.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.75-76

Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: