Pelaksanaan Kodrat Manusia

   Berdasarkan konsepsi Ki Hadjar Dewantara, Tamansiswa meyakini bahwa manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dikodratkan sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.

   Sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial manusia hidup dalam alam berbulatan. Yaitu keterkaitan antara alam diri, alam keluarga, alam masyarakat, alam bangsa, dan alam manusia sedunia. Untuk melaksanakan alam berbulatan itu pribadi -pribadi berhak menggunakan hak asasinya dengan tetap menjaga tertib damainya persatu,m dalam kehidupan bersama. Yaitu kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan berkemanusiaan sedunia.

  Dalam memenuhi alam diri, manusia harus memiliki hak asasinya, yaitu nak hidup, hak beribadah kepada Tuhannya, hak mengemukakan mendapat, dan hak mendapat kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.

   Dalam memenuhi alam keluarga, alam masyarakat, alam bragsa dan alam  dunia (global), manusia memiliki hak berkumpul dan berserikat, dalam wadah keluarga, organisasi, sosial, organisasi politik, organisasi ekonomi, organisasi bangsa dan atau organisasi kemanusiaan sedunia. Untuk mendapatkan hak asasinya itu manusia harus berikhtiar, berusaha, dan senang bekeija (makarya) secara merdeka. Sebaliknya dalam memenuhi alam keluarga masyarakat, bangsa, dan dunia, manusia memiliki kewajiban untuk menjaga tertib damainya persatuan keseimbangan hak dan kewajiban dan kesatuan hidup bersama.

Untuk dapat melaksanakan diperlukan penegendalian diri, yaitu :

  1. Menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga, masyarakat, bangsa dan umat manusia sedunia.
  2. Selalu berusaha agar kepentingan keluarga masyarakat, dan bangsa diletakkan di atas kepentingan diri pribadi / golongan.
  3. Antara hak diri pribadi dan kewajiban bermasyarakat dan berbangsa selalu diupayakan secara seimbang

  Begitu juga bagi para pemimpin keluarga, masyarakat, bangsa, dua dunia. Hak-hak keluarga, masyarakat, bangsa, dan dunia harus diimbangi dengan kewajiban menyejahterakan dan membahagiakan anggotanya orang per orang serta selalu melindungi hak-hak asasi manusia. Melalui pelaksanaan kodrat manusia seperti itu maka kita tidak menggunakai faham individualistis dan faham liberalis.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.72-73

Tag:, , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: