Pengabdian Kepada Sang Anak

   Asas Tamansiswa 1922 yang ke 7 berbunyi : “Dengan suci hati dan tidak mengharap suatu hak berniatlah kita untuk berhamba kepada Sang Anak.”

   Asas itu diamanatkan Ki Hadjar Dewantara untuk tetap dipakai selama nama Tamansiswa hidup terpakai. Karena kita sebagai siswa Tamansiswa tetap kita berkewajiban untuk menggunakan asas tersebut.

  Dengan suci hati artinya dengan ikhlas dan rela berkorban. Tidak mengharap suatu hak artinya tidak pamrih pribadi/golongan, tidak mengharap upah, dan tidak mengharap pujian/penghargaan. Sang Anak yang dimaksud adalah anak kandung sendiri, anak tiri, anak buah, dan anak bangsa atau generasi penerus. Berhamba yang dimaksud adalah mengabdi atau berbuat baik untuk kemajuan bersama.

   Untuk dapat berbuat baik kepada generasi penerus bangsa, diperlukan keikhlasan dan kerelaan berkorban baik tenaga maupun harta yaitu dengan sepi ing pamrih atau tidak mengharap upah dan keuntungan. Sebagai contoh adalah pejuang dan pahlawan kemerdekaan Demi kemerdekaan, kedaulatan, persatuan, keadilan, dan kemakmuran bangsa Indonesia di masa datang, para pahlawan ikhlas, rela berkorban baik harta maupun nyawa, dengan tidak mengharap upah, tidak mengharap hadiah atau pujian mereka berjuang mengusir penjajah. Demi kesejahteraan dan kebahagiaan putera-puterinya di masa datang, para Ibu dan Bapak dengan ikhlas dan rela berkorban bekerja keras dan berikhtiar tanpa mengenal lelah.

Demi kepandaian, keterampilan, dan keluhuran budi pekerrti para siswa-siswinya, para Pamong/Guru ikhlas dan rela berkorban untuk bekerja keras, disiplin, penuh tanggung jawab mendidik dan mengajar siswa-siswinya.

Contoh-contoh seperti itulah yang diteladankan para pendahulu kita, dengan maksud agar ditiru dan diteruskan oleh generasi berikutnya demi kemerdekaan, kedaulatan, persatuan kesatuan dan keadilan serta kemakmuran generasi penerus bangsa di masa datang.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.62-63

Tag:, , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: