Pengelolaan Ekonomi Kerakyatan

  Pengelolaan (menejemen) ekonomi kerakyatan pada dasarnya ada tiga, yaitu fungsi pengelolaan, sistem pengelolaan dan tujuan pengelolaan.

   Fungsi pengelolaan ekonomi kerakyatan adalah : perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan koordinasi. Sistem pengelolaan ekonomi kerakyatan menurut Tamansiswa harus didasarkan pada : Asas Pancasila, landasan peluangan Asas Tamansiswa 1922, ciri khas Pancadarma, dan tujuan tertib damai, salam dan bahagia. Sedangkan tujuan pengelolaan adalah diarahkan untuk kelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional Indonesia dan perwujudan masyarakat tertib damai, salam dan bahagia.

Fungsi dan tujuan pengelolaan ekonomi kerakyatan :

  1. Perencanaan yang berisi : apa (what), mengapa (why), bagaimana (how), kapan (wheu), di mana (where), dan siapa pelakunya (who) hendaknya betul-betul mengandung makna dan tujuan ekonomi kerakyatan, antara lain disusun dalam musyawarah/demokratis.
  2. Pengorganisasian hendaknya didasari asas hidup kekeluargaan, antara lain bentuk organisasi fungsional, kepemimpinan yang kolektif dan kolegial, dan membang-kitkan anggota yang aktif dan kreatif, ihe right man on the right piace
  3. Penggerakan menggunakan metoda Trilogi Kepemimpinan yaitu Ing ngarsa sung tuladha (keteladanan), Ing madya mangun karsa (membangun kemauan), dan Tutwuri Handavani (memerdekakan kreatifitas)
  4. Pengawasan dilakukan dua macam yaitu oleh pelaksana sendiri pengawasan melekat dan oleh badan di luar penyelenggara (pengawasan ekstern).
  5. Koordinasi bersendi kekeluargaan (saling kasih sayang, saling menghargai dan menghormati perbedaan, tolong menolong, dan gotong royong).

Tujuan  pengelolaan adalah:

  1. Membangun manusia (man) yang merdeka lahir batin, bebas berpikir dan bertindak dengan menjaga tertib damainya persatuan dalam kehidupan bersama.
  2. Mengupayakan penggunaan uang (money) secara efektif dan efesien yaitu : sabutuhe, sacukupe, saprelune, samesthine, sabenere, sakepenake (6 SA).
  3. Mengupayakan penyediaan sarana prasarana materi yang memung­kinkan membawa kemajuan, tetapi yang luhur dan indah.
  4. Mengupayakan peralatan (mechine) yang modern tetapi tetap di atas kepribadian bangsa sendiri.
  5. Menggunakan metoda (methode) among yaitu : Tutwuri Handayani, Ing madya mangun karsa, dan Ing ngarsa sung tuladha.
  6. Mengarahkan pasar (market) untuk keadilan bagi seluruh rakyat indonesia.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.92-93

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: