Tamansiswa sebagai Badan Perjuangan Kebudayaan

  Badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat meru­pakan salah satu sifat dan visi Tamansiswa. Perguruan Tamansiswa bersifat sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat artinya selama perguruan itu ada akan selalu menjadi badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat. Visi perguruan Tamansiswa sebagai badan perjuangan dan pembangunan masyarakat artinya pandangan ke depan , perguruan itu sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat.

Sebagai bada perjuangan kebudayaan , perguruan Tamansiswa memiliki misi atau tugas mulia memperjuangkan kelestarian dan perkembangan kebudayaan nasional Indonesia. Karena misi perguruan Tamansiswa memperjuangkan kebudayaan nasional Indonesia, maka Pimpinan, Pamong-pamong, dan siswa-siswa serta mahasiswa Perguruan Tamansiswa merupakan pejuang-pejuang pelestarian dan pengembang kebudayaan nasional Indonesia. Mereka adalah teladan pembangun semangat, dan pendorong masyarakat lingkungan untuk bersama-sama melestarikan dan mengembangkan kebudayaan nasional.

Untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan nasional Indonesia orang-orang Tamansiswa menggunakan teori kontinyu, konvergen, dan konsentris (TRIKON) dengan wadah pendidikan dalam arti luas dalam bentuk perguruan. Adapun bentuk-bentuk pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional itu antara lain : pendidikan formal dari Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi.

Kemudian pendidikan nonformal seperrti : kursus, sanggar, ceramah- ceramah, seminar, sarasehan dan lain-lain. Jalur lain lagi adalah pendidikan informal berupa keteladanan, nasehat. pembiasaan perilaku sehari-hari dan sejenisnya.

    Adapun isi kebudayaan nasional Indonesia yang harus dilestarikan dan dikembangkan adalah buah budi dan hasil penuangan hidup manusia Indonesia yang bersifat luhur, halus atau indah dan bersifat memajukan atau mengembangkan hidup dan kehidupan manusia. Perjuangan Kebudayaan itu meliputi : pengamalan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), pengamalan dalam bentuk peribadatan sesuai dengan agama dan kepercayaan religiusitas, pengamalan etika susila, pengmbangan estetika dan seni, serta keterampnan hidup. Sedangkan pembangunan masyarakat berupa keteladanan dan pembangunan masyarakat tertib damai, dan salam bahagia.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.46-47

Tag:, , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: