Usaha Bersama Berasas Kekeluargaan

    Usaha bersama adalah suatu usaha yang modalnya diperoleh dari iuran / pathungan bersama, dikelola bersama, dan hasilnya dinikmati bersama antar anggotanya. Berasas kekeluargaan artinya usaha itu didasari rasa kasih sayang sesama, saling menghormati dan menghargai adanya perbedaan, saling tolong menolong, dan gotong royong. secara demokratis dalam wadah kesatuan persatuan. Jadi usaha bersama berasas kekeluargaan adaiah usaha yang diselenggarakan oleh beberapa orang, dengan modal pathungan menurut kemampuan anggota masing-masing, dikelola bersama, dan hasilnya digunakan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan para anggotanya secara demokratis, dan dalam wadah kesatuan persatuan.

   Bentuk usaha bersama berasas kekeluargaan adalah bentuk yang tepat riaJam penyelenggaraan ekonomi kerakyatan. Bentuk itu seperti koperasi, yayasan, PT yang modalnya diperoleh dari karyawan, dan sebagainya. Melalui bentuk tersebut di samping para karyawan dapat menikmati hasil usaha bersamanya, karyawan yang merangkap sebagai pemegang saham / modal juga turut bertanggung jawab atas maju dan mundurnya usaha Menurut istilah Jawa semua karyawan usaha bersama yang berasas kekeluargaan selalu menjalankan catur karya yaitu :

  1. Melu Handarbeni atau turut memiliki, sence of belonging
  2. Melu Hangungkebi atau turut melindungi, sence of security
  3. Mulat Salira, selalu mawas diri, instropeksi
  4. Hangrasa Wani, merasa berani menghadapi segala masalah baik yang berupa ancaman, tantangan, hambatan, maupun gangguan.

Melalui usaha bersama yang berasas kekeluargaan itu diharapkan :

  1. Kemajuan usaha dapat berkembang
  2. Tri Pantangan (penyalah gunaan kekuasaan, keuangan, dan pelanggaran hukum / ketentuan) dapat ditegakkan
  3. Protes-protes karyawan seperti: mogok kerja, demonstrasi, resolusi, dan sejenisnya dapat terhindarkan.
  4. Bersatunya yang dipimpin dengan yang memimpin (manunggal inf kawulo gusti) dapat ditegakkan
  5. Sistem buruh dan majikan dan sistem upah kepada karyawan dapa diubah dengan sistem usaha bersama dan nafkah (kebutuhan hidup).

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.88-89

Tag:, , , , , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: