Wawasan Kebangsaan

    Wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa terhadap diri dan lingkungannya. Tiap-tiap bangsa di dunia memiliki cara pandang masing-masing terhadap diri dan lingkungannya. Bangsa Inggris memandang dirinya sebagai bangsa terbesar di dunia. Ia menuliskan J di depan, di tengah, maupun di belakang selalu dengan huruf besar. Bangsa Amerika menganggap dirinya yang paling benar, la bersemboyan “Right or wrong my country” . Bangsa Jerman memandang dirinya sebagai bangsa yang terkuat. Mereka bersemboyan “uber ales

   Bangsa Indonesia memandang dirinya sebagai persatuan suku. adat, ras/keturunan, agama, bahasa, dan daerah yang membentuk satu kesatuan dalam suka, duka, dan dalam kehendak untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya.

    Mereka menggunakan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya biar beraneka suku, adat, ras, agama, dan buciaya tetapi satu jua yaitu rasa satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu dasar negara dan ideologi bangsa, yaitu Indonesia.

    Bila wawasan kebangsaan dapat difahami, dihayati, dan diamalkan oleh segenap warga negara, maka kesatuan persatuan bangsa Indonesia dapat menjadi kokoh. Sebaliknya bila wawasan kebangsaan tidak difahami, tidak dihayati, dan tidak diamalkan, maka perceraian, perpecahan, pertarungan akan datang, dan kelemahan akan bermunculan.

   Untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan wawasan kebangsaan kita perlu memahami, menghayati dan mengamalkan faham kebangsaan dan rasa kebangsaan. Untuk memahami rasa, faham. wawasan kebangsaan Indonesia kita perlu membaca sejarah, ilmu bumi, antropologi, dan sosiologi Indonesia.

   Untuk menghayati rasa, faham, dan Wawasan kebangsaan Indonesia kita perlu mengenal rasa, faham, dan wawasan kebangsaan bangsa-bangsa lain di dunia sebagai perbandingan dan komparasi. Untuk mengamalkan rasa, faham, dan wawasan kebangsaan Indonesia kita perlu mengendalikan diri untuk tidak mudah heran, tidak tergiur, dan tidak mudah meniru faham dan wawasan bangsa asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID III Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.84-85

Tag:, , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: