Dasar-dasar Organisasi Tamansiswa

   Peraturan Besar Persatuan Tamansiswa menyebutkan bahwa organisasi Tamansiswa berasas Pancasila, berlandaskan perjuangan Asas Tamansiswa 1922, berciri khas Pancadarma, dan bersendi hidup kekeluargaan. Dasar – dasar itu merupakan sarana untuk mencapai tujuan masyarakat tertib damai, salam dan bahagia.

   Berasas Pancasila yang dimaksud adalah dalam berbangsa dan bernegara, Persatuan’Tamansiswa menggunakan Pancasila sebagai asas organisasinya. Asas Pancasila itu diterapkan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.

    Sebagai dasar negara yang merupakan sumber dari segala sumber hukum negara, Pancasila dijabarkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 serta hukum dan perundang-undangan di bawahnya. Dalam mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara, orang Tamansiswa selalu berusaha meneladani, membangun semangat, dan memberi kesempatan berkreativitas mematuhi hukum dan perundang-undangan secara swadisiplin. Orang Tamansiswa selalu menghindari adanya pelanggaran hukum dan perundang-undangan. Istilah di Tamansiswa adalah pantang melanggar etika dan susila.

   Sebagai ideologi bangsa, Pancasila diterapkan sebagai tujuan Taman­siswa, dengan istilah mewujudkan masyarakat tertib damai, salam dan bahagia. Masyarakat ini identik dengan masyarakat merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan m ikmur berdasarkan Pancasila.

    Berlandaskan perjuangan Asas Tamansiswa 1922 artinya dalam mencapai tujuan terwujudnya masyarakat tertib damai, salam dan bahagia mengutamakan Asas Tamansiswa 1922, yaitu : asas kemerdekaan, sistem Among, menggunakan peradaban bangsa sendiri, memeratakan pendidikan, mandiri, berani menolak bantuan yang mengikat, dan berniat mengabdi kepada Sang Anak.

   Berciri khas Pancadarma artinya dalam melakukan usaha guna mencapai masyarakat tertib damai, salam dan bahagia Tamansiswa menggunakan ciri khas Pancadarma yaitu : kodrat alam, kebudayaan, kemerdekaan, kebangsaan dan kemanusiaan.

   Bersendi hidup kekeluargaan artinya dalam berorganisasi Tamansiswa menggunakan asas hidup kekeluargaan yaitu perpaduan dari dasar demokrasi dan pimpinan kebijaksanaan. Berdasar demokrasi artinya setiap membuat perencanaan harus dimusyawarahkan oleh anggota, dari anggota, dan diperuntukkan bagi anggota. Musyawarah itu dapat berbentuk rapat, konferensi, atau kongres. Berdasar pimpinan kebijaksanaan artinya pengambilan keputusan dalam musyawarah selalu dipimpin oleh kebijaksanaan yang telah ditentukan. Kebijaksanaan itu antara lain asas Pancasila, landasannya Asas Tamansiswa 1922, berciri khas Pancadarma, dan tujuan tertib damai, salam dan bahagia.

Melalui asas hidup kekeluargaan itu maka dalam hubungan berorgani­sasi akan terwujud adanya:

  1. Kasih sayang sesama anggota (silih asih)
  2. Saling menghormati dan menghargai adanya perbedaan (silih asuh).
  3. Saling tolong menolong dan gotong royong dalam memecahkan masalah (silih asah)
  4. Saling menjaga persatuan dan kesatuan
  5. Sikap demokratis, keterbukaan (tranparansi), dan penuh tanggung jawab (akuntabel)

Sumber: PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID II Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.3-4

Tag:, , , , , , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: