Penggerakan

   Penggerakan (actuating) adalah fungsi pengelolaan yang utama. Betapapun bagusnya perencanaan dan pengorganisasian, kalau penggerakan tidak berjalan maka pengelolaan tidak membuahkan hasil. Ada 5 macam penggerakan menurut ilmu manajemen. Kelima macam itu ialah:

  1. Aktivitas (actuating) yaitu menggerakkan orang lain melalui ke­giatan pribadi. Pelakunya disebut Aktifis.
  2. Membangun semangat (motivating) yaitu cara menggerakan orang dengan memberikan motivasi. Pelakunya disebut Motivator.
  3. Penggerakan secara langsung (direct). Pelakunya disebut Direktur.
  4. Penggerakan melalui perintah atau komando (Commanding). Pelakunya disebut Komandan.
  5. Kepemimpinan (Leidership) yaitu penggerakan orang dengan me­mbimbing, membina dan mendorong. Pelakunya disebut Pemimpin (Leader).

    Taman siswa memilih penggerakan gabungan antara aktivitas, motivasi, dan kepemimpinan. Bentuk itu oleh Ki Hadjar Dewantara disebut Sistem Among atau Tutwuri Handayani. Melalui Sistem Among pelakunya disebut Pamong. Dapat aktif melakukan sendiri dengan menjadi teladan, dalam istilah Jawa : Ing ngarsa sung tuladha. Di samping membimbing dengan keteladanan, Pamong dapat membina dengan membangun semangat berkemauan yang dalam bahasa Jawa disebut: Ing madya mangun karsa. Selanjutnya pamong dapat mendo­rong yaitu memerdekakan anak didik untuk berkreativitas dengan tetap   memberi kekuatan. Dalam bahasa Jawa disebut: Tutwuri Handayani.

Tutwuri saja adalah cara menggerakan orang dengan selalu menurut kehendak anak didik. Sifatnya liberal, dan hasilnya membuahkan orang-orang manja, sombong, dan besar kepala. Handayani saja adalah cara menggerakan orang dengan perintah, paksaan, dan hukuman. Sifatnya otoriter, dan hasilnya membuahkan orang-orang yang seperti robot, penakut, rendah diri, dan Asal Bapak Senang (ABS). Tutwuri Handayani adalah cara mengerakan  orang dengan memerdekakan orang untuk berkreativitas (tutwuri) serta memberikan arahan (handayani) apabila dengan kemerdekaan itu akan merugikan diri sendiri atau lingkungannya. Sistem Among atau Tutwuri Handayani bersifat demokratis karena segala sesuatu dilakukan oleh anggota, dari anggota, dan untuk anggota. Hasil sistem Among atau Tutwuri Handayani adalah orang yang merdeka lahir dan batin, yaitu orang yang bebas berpikir dan bertindak sejauh tidak mengganggu ketertiban dan kedamaian dalam kehidupan bersama.

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID II Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.28-29

Tag:, , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: