Pengorganisasian

   Pengorganisasian (organizing) adalah proses menghubung- hubungkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upaya mewujudkan suatu perencanaan. Yang dihubung-hubungkan itu meliputi : jenis pekerjaan/tugas, ketentuan, cara pelaksanaan, pimpinan dan pelaksana­nya, serta alat atau sarana prasarananya.

   Pengorganisasian di Tamansiswa dilakukan dengan mengikuti teori nasi gorengnya Ki Hadjar Dewantara. Pekerjaan/aturan yang tepat, dilengkapi lagi dengan tata cara pelaksanaan, ketentuan waktu, penye­diaan tempat dan alat yang cukup serta pelaku (pimpinan dan pelaksana) yang tepat, akan mendapatkan hasil sesuai perencanaan. Pembagiannya itu biasa dipaparkan dalam susunan (struktur) organisasi.

   Berdasarkan organisasi Tamansiswa yang bersendi kekeluargaan, maka pengorganisasian di Tamansiswa harus organisatoris yang organis. Organisatoris artinya disiplin mengikuti ketentuan organisasi. Organis artinya dalam pelaksanaannya harus hidup, tidak kaku, dan tidak mematahkan semangat kreativitas para pelaksana. Bentuk organisasi dipilih bentuk fungsional dan bukan bentuk lini atau lini dan staf. Bentuk kepemimpinan dipilih bentuk Majelis, yaitu bentuk kepemimpinan kolektif (gabungan) dan kolegial (tanggung jawab bersama). Penyusunan aturan harus didasari adat setempat, dihindari adanya perintah, dan peraturan tertulis hanya yang pokok-pokok (garis besar) saja. Pimpinan diperoleh dari pemilihan dalam musyawarah, untuk jangka waktu tertentu. Pimpinan disebut Ketua dan bukan Kepala.

Melalui ketentuan-ketentuan ini maka :

  1. Disiplin organisasi tetap terjaga
  2. Kasih sayang sesama pimpinan dan pelaksana tetap terjamin
  3. Penghormatan dan penghargaan perbedaan dapat diwujudkan
  4. Tolong menolong dan gotong-royong selalu diwujudkan
  5. Demokrasi dapat dilaksanakan
  6. Kesatuan persatuan dapat terjaga
  7. Kreatifitas Anggota, dapat berkembang
  8. Anggota akan loyal kepada Pimpinan dan berdedikasi organisasi tinngi kepada organisasi

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID II Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.26-27

Tag:,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: