KEPEMIMPINAN

    Kepemimpinan (leadership) adalah ilmu mempengaruhi orang, agar orang lain mau mengikuti jejaknya dalam rangka mencapai suatu tujuan. Kepemimpinan Tamansiswa adalah ilmu mempengaruhi orang agar orang lain mau mengikuti usaha-usahanya dalam mencapai masyarakat tertib damai, salam dan bahagia dengan asas Pancasila, landasan perjuangan Asas Tamansiswa 1922, ciri khas Pancadarma dan sendi hidup kekeluargaan.

   Ada bermacam-macam cara mempengaruhi orang. Ada yang dengan cara membohongi. Ada yang dengan cara memberi hadiah, upah, perangsang (insentif) dan lain-lain. Kepemimpinan Tamansiswa adalah cara mempengaruhi orang dengan TRILOGI Kepemimpinan, yaitu:

  1. Membimbing dengan keteladanan (Ing Ngarsa Sang Tuladha)
  2. Membina dengan membangun kemauan (Ing Madya Mangun Karsa)
  3. Memerdekakan/membebaskan kreativitas dengan mewaspadainya (Tut Wuri Handayani)

Kepemimpinan yang dengan cara menakut-nakuti dan membohongi biasanya dimulai dengan perintah-perintah atau komando, kemudian dengan pemaksaan, dan diakhiri dengan penghargaan atau hukuman. Sifat kepemimpinan semacam itu disebut otoriter, dan hasilnya menjadikan orang yang penakut, pendendam, atau rendah diri. Kepemimpinan yang dengan cara memberikan upah hadiah, dan perangsang (insentif) bersifat iiberal, bebas merdeka, tergantung siapa yang mau. Kepemimpinan demikian menghasilkan orang yang sombong, besar kepala, tinggi diri atau keterlanjuran (over acting). Kepemimpinan yang menggunakan TRILOGI KEPEMIMPINAN adalah kepemimpinan yang demokratis, Ia menggerakkan pikiran, perasaan, dan kemauan berdasarkan kesadaran sendiri, melakukan sendiri dan hasilnya dinikmati sendiri. Kepemimpinan yang demikian akan menghasilkan manusia yang merdeka lahir dan batin atau manusia yang bebas berpikir dan bebas bertindak sejauh tidak mengganggu ketertiban dan kedamaian hidup bersama.

   Kepemimpinan dilaksanakan oleh pemimpin. Kepemimpinan yang bersifat otoriter dilakukan oleh Pemimpin yang bersikap sebagai penguasa. Kepemimpinan yang bersifat liberal dilakukan oleh pemimpin yang bersikap sebagai penggerak. Dan kepemimpinan yang bersifat demokratis dilakukan oleh pemimpin yang bersikap sebagai pengasuh (pamong).

Sumber : PENDIDIKAN KETAMANSISWAAAN JILID II Disusun oleh Ki Soenarno Hadiwijoyo Hal.77-78

Tag:, , , , , , ,

About tamansiswajkt

Trisula (mengakhiri kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: